Polrifastrespon.com | Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki mendorong penguatan peran kepolisian yang hadir secara langsung di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga melalui program- program yang menyentuh kebutuhan sosial warga.

Arah tersebut tercermin dalam sejumlah program kerja Polda Jawa Barat, di antaranya Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Polisi Peduli Pendidikan (Poldik), Warung Bhabinkamtibmas (Warbin), Suling, Jumling, Minggu Kasih, serta Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (Pecak). Program-program tersebut mengedepankan kedekatan dengan masyarakat, penyerapan aspirasi, pencegahan gangguan kamtibmas, dan penguatan kemitraan.
Kapolda Jabar menempatkan interaksi langsung antara polisi dan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memahami persoalan yang berkembang di lingkungan warga. Melalui komunikasi yang terbuka, kepolisian diharapkan dapat mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus memperoleh informasi awal mengenai potensi gangguan keamanan.
“Polisi harus hadir dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran tersebut perlu diwujudkan melalui pelayanan yang responsif, komunikasi yang terbuka, serta kerja sama dengan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ujar Irjen Pol. Hengki, Senin (19/10/2026)
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran. Program ini dirancang melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan Balai Latihan Kerja untuk membantu mengurangi pengangguran, khususnya di kalangan masyarakat usia produktif.
Poliran mengusung pendekatan 3M, yakni merekrut, melatih, dan menyalurkan. Melalui pendekatan tersebut, program diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang menuju kemandirian usaha. Kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan menjadi unsur penting agar upaya peningkatan keterampilan dapat terhubung dengan kebutuhan lapangan kerja.
Di sektor pendidikan, Poldik atau Polisi Peduli Pendidikan diarahkan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, guru, akademisi, dan orang tua siswa. Program ini tidak hanya menekankan pentingnya pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran hukum, pemahaman mengenai kamtibmas, serta ketertiban berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan dini melalui lingkungan pendidikan. Dengan keterlibatan berbagai unsur, pembinaan generasi muda diharapkan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga mendapat dukungan dari keluarga, masyarakat, dan institusi terkait.
Sementara itu, Warbin atau Warung Bhabinkamtibmas memanfaatkan warung maupun lokasi strategis di lingkungan masyarakat sebagai ruang interaksi antara polisi dan warga. Forum informal ini dapat digunakan untuk menyerap aspirasi, menerima keluhan, membangun komunikasi, serta mencari solusi atas persoalan yang muncul di lingkungan setempat.
Program Suling, Jumling, dan Minggu Kasih juga mengedepankan silaturahmi serta dialog dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian dapat menyerap kritik, saran, keluhan, maupun laporan warga sekaligus memantau perkembangan situasi keamanan. Adapun Pecak menekankan responsivitas dan kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat.
Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa keberhasilan program-program tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjawab persoalan sosial sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
“Pemeliharaan kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mendorong penguatan kemitraan dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui kerja sama yang baik, persoalan dapat dikenali lebih awal dan dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Melalui program- program tersebut, Polda Jawa Barat mengarahkan kehadiran kepolisian agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik, membangun budaya pencegahan, serta mewujudkan Jawa Barat yang aman, adil, tertib, dan dipercaya.
Bandung 19 Oktober 2026
Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar





