Polrifastrespon.com | Indonesia
Fast Respon Indonesia Center sorot anggaran Polri yang terjadi efesiensi anggaran , yang mana menurut data diterima Polri terkena efisiensi anggaran di tahun 2025 sekitar Rp. 18,7 Triliun dari pagu 126,4 triliun(13/05/2026)
Dampak dari efisiensi anggaran ini tentunya menjadikan kinerja kurang maksimal seperti untuk anggaran operasional , BBM, dan pemeliharaan alkom, laporan kasus naik tapi anggaran penyidik dan penyelidikan tidak naik dan banyak tugas diluar struktural , seperti membantu ketahanan pangan dan lain nya
“Pagu tidak sesuai dengan beban kerja ”
Di tahun 2025 Polri kena efisiensi Rp 18,7 T, dari Rp 126,4 T jadi Rp 107,7 T.
Dan di tahun 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit di RDP Komisi III Agustus 2025 minta kenaikan pagu jadi *Rp 143,8 T* untuk menutupi kebutuhan operasional, gaji, dan alutsista.
Maka FRIC meminta kepada Presiden dan DPR RI untuk mempertimbangkan menambah anggaran di Kepolisian Republik Indonesia mengingat beban kerja yang luar biasa banyak
Seperti tingkat Babinkamtibmas, satu orang BKTM yang bisa menghandle tiga wilayah dan anggaran yang minim tentunya hal tersebut sangat tidak sepadan dengan kerja dilapangan yang membutuhkan operasional .
Dan juga penyidikan serta penyelidikan yang bekerja sampai keluar wilayah kerja memerlukan anggaran operasional yang lumayan besar dalam upaya pengungkapan kasus
Semoga bisa menjadi atensi dan disetujui nantinya saat RDP di DPR RI untuk disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia”
FRIC








