Polrifastrespon.com |
Jambi.
Ketua Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi ” FRIC suatu organ yang dibentuk untuk mendukung Polri dan sebagai tim counter , dan tangkal hoak terhadap Polri , serta monitor setiap kegiatan Polri se Indonesia , juga berfungsi memberikan masukan dan kritikan sebagai kontrol sosial agar Polri Kuat , Presisi , Tangguh dan Humanis dalam melaksanakan tugasnya .
Menghadapi tantangan dilapangan polisi bukan saja dianjurkan mahir menggunakan senjata tapi juga harus menguasai beladiri , terutama bagi Brimob, Reserse, Densus 88, Intelejen .
Karena mereka merupakan ujung tombak yang langsung berhadapan dengan ancaman nyata dilapangan dan semua butuh skill.
Seperti Brimob , menghadapi kerusuhan dan pemberontak , teror, dan lainnya . Reserse atau Reskrim , menangani kasus 3C , begal, bandit bersenjata , saat melakukan penangkapan sering mendadak, pelaku bisa melawan dengan Sajam ataupun senpi. Maka Polisi wajib kuasai keadaan dengan beladiri .
Densus 88 mereka menghadapi teroris dan lainnya , Intelejen , jaringan kriminal butuh fisik , beladiri untuk ekstraksi jika ketahuan dan juga mahir menembak untuk jaga diri .
Mengingat Polisi sering berhadapan dengan penjahat kriminal .
Negara maju menuntut Polwan dan Polki sama sama mahir.
Tugas Polisi bukan hanya menindak. juga melindungi.
Dan untuk melindungi masyarakat, polisi harus kuasai beladiri.
Beladiri bukan untuk gagah-gagahan. Beladiri adalah alat.
Alat untuk melumpuhkan pelaku tanpa melukai berlebihan.
Alat untuk mengendalikan diri saat emosi masyarakat memuncak.
Alat untuk pulang ke rumah dengan selamat menemui keluarga.(10/08/2026)
1 detik di lapangan bisa menentukan hidup dan mati.
Senjata api adalah pilihan terakhir. Tangan kosong, teknik, dan mental adalah garda pertama kita.
Latihan beladiri bukan kegiatan tambahan tapi
adalah kebutuhan pokok seorang Polisi yang bertugas dilapangan
Kuat fisiknya, terampil tekniknya, matang jiwanya.
Itu polisi Presisi yang dibutuhkan rakyat.
Di lapangan, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kata-kata.
Tidak semua ancaman bisa dijawab dengan senjata.
Polisi harus kuasai beladiri.
Agar bisa melindungi tanpa melukai.
Agar bisa tegas tanpa arogan.
Agar bisa mengayomi dengan wibawa.
Karena masyarakat berhak rasa aman.
Dan Polisi, harus siap menjaga itu.
“Polri Presisi. Kuat, Terampil, Humanis”
Melindungi Diri dan Masyarakat
saat menghadapi pelaku kriminal, pengamuk, atau kerusuhan. Teknik beladiri meminimalisir korban.
Profesional dan Proporsional dengan menguasai beladiri, penggunaan kekuatan bisa diukur. Tidak berlebihan, tidak juga lemah.
Membangun Kepercayaan.
Masyarakat akan merasa aman jika melihat Polri yang kuat, sigap, dan terkendali.
Latihan beladiri rutin, uji kemampuan berkala, dan pembinaan mental harus terus di galakkan.
Karena Polri yang kuat adalah Polri yang mampu melindungi tanpa menimbulkan rasa takut.
Anggota Polisi jago beladiri untuk melindungi. Dan itu dimulai dari menguasai beladiri.” pungkas Dody














