KAPOLRI TEGASKAN PEREMPUAN BUKAN SEKADAR PENGGERAK PERUBAHAN, TAPI PEMIMPIN PERUBAHAN GLOBAL

Kapolri menempatkan kepemimpinan perempuan sebagai bagian penting dari transformasi institusi kepolisian dan upaya membangun organisasi yang semakin profesional, adaptif, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Berita29 Dilihat

Polrifastrespon.com | BALI FRIC, — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk arah perubahan dunia. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari proses perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas dan peran penting untuk memimpin perubahan.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026).

Mengusung tema “Women Leading Global Change”, konferensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran, partisipasi, serta kepemimpinan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk di bidang keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga pembangunan masyarakat.

Kapolri menempatkan kepemimpinan perempuan sebagai bagian penting dari transformasi institusi kepolisian dan upaya membangun organisasi yang semakin profesional, adaptif, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pesan “Women Leading Global Change” juga menjadi penegasan bahwa keberadaan perempuan dalam institusi kepolisian tidak sebatas memenuhi ruang partisipasi. Lebih jauh, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran strategis, menentukan kebijakan, memimpin organisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Konferensi IAWP 2026 di Bali mempertemukan polisi wanita dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring internasional, serta membahas pengembangan kapasitas kepemimpinan perempuan di lingkungan kepolisian.

Forum internasional tersebut sekaligus menunjukkan bahwa isu kepemimpinan perempuan dalam kepolisian telah menjadi bagian penting dari agenda keamanan global. Kolaborasi lintas negara dinilai menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik terbaik dan memperkuat kapasitas polisi wanita dalam menjawab tantangan yang terus berkembang.

Bali pun menjadi panggung penting bagi pesan tersebut: perempuan bukan hanya hadir untuk mengikuti perubahan zaman, tetapi memiliki kapasitas untuk berada di garis depan dan memimpin perubahan.

Melalui IAWP 2026, semangat tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi polisi wanita dalam menciptakan institusi kepolisian yang profesional, modern, humanis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah dinamika global.

Konferensi ke-63 IAWP ini sekaligus menjadi momentum memperkuat solidaritas polisi wanita dunia, membangun kemitraan internasional, dan menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan merupakan kekuatan penting dalam membangun masa depan keamanan yang lebih inklusif dan kolaboratif.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.