Ketua Umum PRIC: Bijaklah Menyikapi Ajakan Demonstrasi, Pastikan Tujuan dan Tuntutan nya Jelas.

Masyarakat harus bijak. Jangan hanya karena menerima ajakan melalui media sosial, grup WhatsApp, atau informasi dari pihak tertentu kemudian langsung ikut turun ke jalan.

Berita166 Dilihat

Polrifastrespon.com |JAKARTA, (FRIC) 25 Agustus 2026 — Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC) H. Dian Surahman mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau terburu-buru mengikuti ajakan demonstrasi sebelum memahami secara utuh persoalan, tujuan aksi, serta pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Menurut H. Dian Surahman, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tertib, damai, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya.

“Masyarakat harus bijak. Jangan hanya karena menerima ajakan melalui media sosial, grup WhatsApp, atau informasi dari pihak tertentu kemudian langsung ikut turun ke jalan. Pahami terlebih dahulu persoalannya, siapa yang mengajak, apa tuntutannya, dan apa tujuan akhirnya,” tegas H. Dian Surahman.

Ia menilai, demonstrasi yang dilakukan tanpa pemahaman yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan baru. Terlebih apabila peserta aksi hanya mengikuti arus tanpa mengetahui substansi tuntutan yang disampaikan.

Karena itu, H. Dian Surahman meminta masyarakat melakukan verifikasi informasi sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti sebuah aksi. Informasi yang beredar perlu diperiksa kebenarannya dan tidak langsung dipercaya hanya karena disampaikan secara masif di media sosial.

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami masyarakat sebelum mengikuti demonstrasi, di antaranya siapa penyelenggara aksi, apa isu yang diperjuangkan, apa tuntutannya, apakah informasi yang menjadi dasar aksi benar, serta bagaimana mekanisme penyampaian aspirasi tersebut.

“Jangan sampai masyarakat menjadi peserta aksi, tetapi tidak mengetahui apa yang sebenarnya diperjuangkan. Lebih berbahaya lagi apabila masyarakat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang tidak mereka pahami,” ujarnya.

H. Dian Surahman juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif, berita bohong, potongan video, maupun informasi yang sengaja dibuat untuk membangun kemarahan publik.

Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disampaikan melalui cara-cara yang konstruktif dan tidak mengarah pada tindakan anarkis, kekerasan, perusakan fasilitas umum, ataupun tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas.

“Sampaikan aspirasi dengan kepala dingin. Kritik boleh, berbeda pendapat boleh, menyampaikan tuntutan juga merupakan hak. Tetapi semuanya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain,” kata H. Dian Surahman.

Ketua Umum FRIC tersebut juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan dialog dan mencari informasi dari sumber yang dapat dipercaya sebelum menentukan sikap.

Ia berharap masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat mengikuti ajakan yang tidak jelas. Terlebih bagi masyarakat yang tidak mengetahui latar belakang sebuah persoalan, sebaiknya tidak langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi sepihak.

“Bijaklah sebelum bergerak. Pastikan tujuannya jelas, tuntutannya jelas, penyelenggaranya jelas, dan informasinya benar. Jangan sampai kita ikut melakukan sesuatu yang ternyata tidak kita pahami,” tegasnya.

H. Dian Surahman menambahkan, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, apabila masyarakat memilih menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi, hendaknya tetap menjaga ketertiban, menghormati aparat keamanan, pengguna jalan, fasilitas umum, serta masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi.

FRIC, lanjutnya, mendorong masyarakat untuk tetap kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, tetapi sekaligus mengedepankan kedewasaan berdemokrasi, tabayun terhadap informasi, serta persatuan dan kepentingan masyarakat luas.

“Jangan mudah terprovokasi. Jangan mudah ikut-ikutan. Pahami dulu persoalannya, pastikan tujuan aksinya, kemudian sampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat. Demokrasi akan kuat apabila masyarakatnya kritis sekaligus bijaksana,” pungkas H. Dian Surahman

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.