Polresta Bandara Soetta Gelar Penguatan Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme Serta Intoleransi

Kabag SDM Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Mujenah Apriyanti menegaskan, kegiatan ini bertujuan membekali personel Polri kemampuan mengidentifikasi narasi divisif.

Berita11 Dilihat

Polrifastrespon.com | TANGERANG – Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggelar kegiatan “Penguatan Komitmen Kebangsaan dalam rangka Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Pegawai Negeri pada Polri”, Senin (31/8).

Kabag SDM Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Mujenah Apriyanti menegaskan, kegiatan ini bertujuan membekali personel Polri kemampuan mengidentifikasi narasi divisif.

“Ujaran kebencian dan pola penyebaran paham radikal baik di lingkungan internal, keluarga maupun ruang digital.” kata Mujenah di sela-sela kegiatan.

Selain itu juga untuk menyamakan komitmen seluruh personel agar bertindak tegas menolak segala bentuk intoleransi yang dapat mengancam persatuan dan stabilitas nasional.

“Sebagai Anggota Polri, memiliki peran mendasar sebagai benteng pertahanan ideologi negara. Kita bukan hanya sekadar pelaksana tugas administratif dan penegakan hukum, melainkan penjamin tegaknya Pancasila,” tegas Mujenah.

*Densus 88 Beberkan Teori Gunung Es Terorisme*

Kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Direktorat Pencegahan Terorisme Densus 88 Polri, Kompol Agus Isnaini.

Dalam paparannya, Densus 88 menjelaskan strategi penanganan terorisme melalui dua pendekatan: Hard Aproach berupa Intelijen Penindakan dan Penyidikan, serta Soft Aproach berupa Deradikalisasi dan Pencegahan.

Densus 88 juga memaparkan deretan aksi teror di Indonesia mulai dari Bom Bali 2002 dengan 203 korban meninggal, Bom Sarinah 2016, hingga Bom Makassar 2021.

Agus menjelaskan proses radikalisasi menjadi terorisme atau “IRET”: Terorisme, Radikalisme, Intoleransi, Ekstremisme.

Ia juga membeberkan 9 media penyebaran radikalisme mulai dari kajian keagamaan, media sosial, hingga game online.

“Sasaran pelaku radikalisme juga sangat beragam. Mulai dari profesional, birokrat, pengusaha, da’i populer, artis, atlet, tenaga pendidik, PMI, hingga TNI/POLRI dan Jurnalis,” jelas Agus.

Turut hadir Wakasat Intelkam Iptu Budi Prabowo, Katim Densus 88 Iptu Antoni Hutapea, dan KBO Sat Intelkam Iptu Niko Suryawan.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.