Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan maksimal Rp20.000.000.

Sinergi FRIC dan PT Asuransi Bhakti Bhayangkara melalui AKDA Extra diharapkan dapat semakin memperluas literasi masyarakat mengenai pentingnya manajemen risiko sekaligus mendorong budaya sadar perlindungan.

Berita37 Dilihat

Polrifastrespon.com |JAKARTA FRIC, 12 September 2026 – Dengan manfaat tersebut, AKDA Extra diposisikan sebagai salah satu bentuk perlindungan mikro yang dapat dijangkau masyarakat dengan premi relatif ringan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mitigasi risiko sekaligus perlindungan finansial bagi keluarga.

“ASURANSI BHAKTI BHAYANGKARA, DARI POLRI UNTUK MASYARAKAT LUAS”

PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB) merupakan perusahaan asuransi umum di Indonesia yang berdiri pada 1 Juli 1987, bertepatan dengan Hari Bhayangkara.

Sejak awal, ABB memiliki sejarah kerja sama yang erat dengan institusi Polri. Seiring perkembangan perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan kini semakin luas dan tidak hanya diperuntukkan bagi lingkungan kepolisian, tetapi juga masyarakat umum.

Selain produk asuransi mikro, ABB juga memiliki berbagai lini usaha asuransi umum, antara lain perlindungan kendaraan bermotor, kebakaran, pengangkutan barang, kargo, rekayasa, rangka kapal hingga penjaminan.

Kehadiran produk seperti AKDA Extra menjadi salah satu bentuk perluasan akses perlindungan asuransi dengan konsep premi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“SUBONO: PERLINDUNGAN BUKAN SEKADAR SOAL KLAIM, TETAPI KESIAPAN MENGHADAPI RISIKO”

Sementara itu, Subono, perwakilan dari PT Asuransi Bhakti Bhayangkara, turut menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko.

Subono memiliki pengalaman panjang di lingkungan kepolisian dengan pangkat terakhir Kombes Pol. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi (Kadiv) AKDA Extra atau Kepala Divisi Pemasaran AKDA dan ASHIBARA di PT Asuransi Bhakti Bhayangkara.

Menurut Subono, masyarakat perlu memahami bahwa asuransi bukan semata-mata berbicara mengenai pembayaran premi atau proses klaim, tetapi merupakan bentuk kesiapan menghadapi kondisi tidak terduga.

“Risiko itu tidak bisa kita prediksi kapan datangnya. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar ketika risiko tersebut terjadi, dampak ekonominya tidak sepenuhnya menjadi beban keluarga,” ungkap Subono.

Ia menambahkan, konsep perlindungan dengan premi yang terjangkau diharapkan dapat membuka kesadaran masyarakat bahwa memiliki perlindungan tidak selalu harus dengan biaya yang besar.

“FRIC DORONG EDUKASI, BUKAN SEKADAR SOSIALISASI”

Bagi FRIC, kolaborasi bersama PT Asuransi Bhakti Bhayangkara tidak hanya berkaitan dengan pengenalan sebuah produk, tetapi juga bagian dari edukasi masyarakat mengenai pentingnya mengantisipasi risiko.

Ketum FRIC H. Dian Surahman menegaskan bahwa masyarakat perlu membangun pola pikir “siap sebelum terjadi”, terutama terhadap risiko kecelakaan yang dapat menimbulkan biaya pengobatan, cacat tetap maupun kehilangan anggota keluarga.

“Peduli terhadap diri sendiri berarti juga peduli terhadap keluarga. Jangan sampai ketika risiko datang, keluarga kita justru harus menanggung seluruh beban yang ditimbulkan. Persiapan kecil hari ini bisa menjadi perlindungan besar ketika menghadapi keadaan yang tidak kita inginkan,” tegas H. Dian.

Sinergi FRIC dan PT Asuransi Bhakti Bhayangkara melalui AKDA Extra diharapkan dapat semakin memperluas literasi masyarakat mengenai pentingnya manajemen risiko sekaligus mendorong budaya sadar perlindungan.

AKDA Extra — Solusi Tepat Mengatasi Risiko. Karena melindungi diri dan keluarga bukan soal menunggu musibah, tetapi tentang mempersiapkan diri sebelum risiko datang.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.