Tembus Eropa! Ekspor Perdana 2026, Ratusan Karya Warga Binaan Lapas Garut Melaju ke Barcelona dan Buktikan Pembinaan Pemasyarakatan Berkelas Dunia

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyatakan bahwa keberhasilan ekspor perdana tahun 2026 merupakan tonggak penting bagi pembinaan pemasyarakatan sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus menghasilkan karya terbaik.

Berita24 Dilihat

Polrifastrespon.com | GARUT, 10 Juli 2026 – Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Garut kembali mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya pada tahun 2026, sebanyak 563 unit produk coir shade (rajut sabut kelapa) hasil karya warga binaan resmi diberangkatkan menuju Barcelona, Spanyol, menandai keberhasilan produk pemasyarakatan Indonesia menembus pasar internasional.

Ekspor perdana tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter dan kedisiplinan, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki daya saing global.

Proses pemuatan (loading) ke dalam kontainer dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026, mulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Lapas Kelas IIA Garut dengan PT. Coir Indonesia Global sebagai mitra strategis dalam pembinaan, produksi, dan pemasaran produk karya warga binaan.

Sebanyak 563 unit produk diberangkatkan ke pasar Eropa dengan rincian 355 unit Coir Shade Diagonal berukuran 300 x 400 sentimeter, 150 unit Fergola berukuran 200 x 300 sentimeter, serta 58 unit Fergola berukuran 100 x 300 sentimeter.

Seluruh produk diproduksi selama kurang lebih satu bulan melalui proses kerja yang disiplin, terstruktur, dan didampingi instruktur berpengalaman dengan pengawasan kualitas yang ketat sesuai standar ekspor.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyatakan bahwa keberhasilan ekspor perdana tahun 2026 merupakan tonggak penting bagi pembinaan pemasyarakatan sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus menghasilkan karya terbaik.

“Keberhasilan ekspor perdana tahun 2026 ini merupakan kebanggaan bagi kami sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Garut mampu melahirkan produk berkualitas yang diterima pasar internasional. Kami ingin membangun optimisme bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk berkarya, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik melalui keterampilan yang bernilai ekonomi,” ujar Rusdedy.

Menurutnya, keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas Garut telah berjalan secara produktif, adaptif, dan selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pembinaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan dengan standar kualitas tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Selama kurang lebih satu bulan, warga binaan mendapatkan pendampingan intensif mulai dari proses produksi, penyelesaian akhir hingga quality control. Selain menghasilkan produk ekspor berkualitas, kegiatan ini juga memberikan manfaat nyata melalui sistem bagi hasil bersama mitra, pemberian premi kepada warga binaan sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka, serta memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara

Bukan Pajak (PNBP),” jelas Asep.
Keberhasilan ekspor ke Barcelona menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian di Lapas bukan sekadar aktivitas mengisi masa pidana, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk warga binaan yang produktif, terampil, dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri.

Lebih dari sekadar pengiriman produk ke luar negeri, ekspor ini menjadi simbol transformasi pemasyarakatan Indonesia yang terus bergerak menuju pembinaan modern, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan.

Karya tangan warga binaan Lapas Garut kini telah menembus pasar Eropa, membuktikan bahwa kualitas, kerja keras, dan semangat untuk berubah mampu menghapus stigma serta menghadirkan harapan baru.

Dengan capaian tersebut, Lapas Kelas IIA Garut semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan, masyarakat, dan negara.

Keberhasilan menembus pasar internasional diharapkan menjadi awal dari terbukanya peluang ekspor yang lebih luas, sekaligus mengangkat nama Indonesia melalui produk-produk unggulan hasil karya warga binaan yang mampu bersaing di tingkat global.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.